Minggu, 24 Juli 2016

Bagunan Asal jadi Proyek bronjong sungai sigeon rusak

 
Tarutung (Batavia)
Pembangunan bronjong di Sungai Sigeaon di Desa Siwalu Ompu Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), baru selesai dikerjakan namun sudah rusak. kerusakan bronjong terjadi pada bagian pondasi yang longsor dan berlobang sedalam 1,5 meter. Diduga pondasi bronjong kurang kuat menahan tanah. Akibatnya bronjong mulai mengalami pergeseran dan dikhawatirkan akan hancur.

 Selain itu, batu padas untuk  bronjong yang dipakai ukurannya berbeda - beda. Ada ukuran yang besar dan sebagian juga batu ukuran kecil dan susunannya juga terlihat kurang rapi membuat kawat jaring longgar.Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, biaya untuk pembangunan bronjong panjang sekitar 200 meter itu sepaket dengan biaya pembanguan tanggul Aek Sigeaon yang biayanya  mencapai Rp 27 miliar.Melihat kerusakan pembangunan bronjong itu, masyarakat sekitar yang bermarga Hutagalung meminta agar rekanan yang mengerjakan proyek segera memperbaiki bronjong yang rusak dan longsor itu. Pasalnya bila dibiarkan kerusakan bronjong akan semakin parah dan bisa berdampak pada rumah masyarakat yang ada di sekitar Sungai Sigeaon.

 Pengawas proyek dari PT Kartika Indah Jaya (KIJ) bermarga Marpaung yang dikonfirmasi  via telepon seluler mengatakan, belum mengetahui kondisi longsor. Untuk itu,  pihaknya akan melakukan pengecekan kerusakan proyek ke lokasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar