Kamis, 26 Januari 2012

DPRD SU : Jangan Sampai Sei Mingke Proyek Gagal


Irwansyah Damanik SE Fraksi PAN anggota Komisi B sangat berharap Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK ) Sei Mingke yang dikerjakan PTPN III yang berlokasi di Kabupaten Simalungun jangan menjadi proyek gagal .Ini terungkap dalam rapat dengar pendapat DPRD SU   komisi B dengan Dirut PTPN III  Amri Siregar dan Propinsi Sumut yang Diwakili Asisten Perekonomian Ir H.DZaili Aswar  Selasa (17/1)Di jalan Imam Bonjol Medan                                                                                                                                  
Irwansyah menambahkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) juga belum rampung, padahal pembangunan kawasan harus berdasarkan RTRW. Selain itu, lahan belum diubah pemanfaatannya dari hak guna usaha (HGU) menjadi hak pengelola lahan (HPL)
“Rakyat Sumut sangat berharap terwujudnya KEK Sei Mingke di Kabupaten Simalungun .Tapi mereka mulai pesimis karena pemerintah Pusat belum menerbitkan PP-nya seakan- akan Pemerintah Pusat tak ingin Sumut  maju menjadi Pusat CPO di Indonesia yang dapat mengembangan CPO menjadi 9sembilan turunan .Jangan-jangan Proyek Sei Mingke ini menjadi proyek nasional yang gagal “ kata Irwansyah Damanik

Berwujud dari undang undang 23 tahun 2009 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah perkebunan tidak termasuk yang menjadi bagi hasil.Hasil perkebuna tidak ikut dalam UU No 23 tersebut  kata H.Alijabar Napitupulu dari faraksi PPP.Karena itulah kita sangsi apakah Pemerintah Pusat setengah hati mengembangkan indistriPerkebuna  CPO Di sumut ini.

Amry Siregar selaku Dirut PTPN III akan terus memperjuangkan proyek ini sampai tahun 2013 karena mamfaatnya akan dirasakan kalangan perkebunan karena dengan mengolah sawit yang biasanya kita jual kesingapur a maka setelah kita olah kita akan dapat menjual sendiri pada konsumen di eropah maupun di Amerika Cina tanpa perlu menjualnya kesigapura tahun ini PTPN III mendapAT Labah bersih Rp 1,5 Triliun tapi dengan mengolah sendiri kita bisa mendapat untuk sampai 10 Triliun.
Dirut PTPN III Amry Siregar
 
Berbagai kendala masih dihadapai Kawasan Industri Sei Mangkei (KISM). Diantaranya, Rancangan Tata Umum Ruang (RUTR) Wilayah KISM seluas 2002,77 ha yang masih menunggu legalisasi DPRD Sumatera Utara.Pada kesempatan tersebut, Amri Siregar mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi KISM. 

Selain Rancangan Tata Ruang Wilayah KISMK seluas 2002,77 ha yang belum terbit menunggu legalisasi DPRD Sumut, perlunya perubahan status lahan HGU menjadi Hak Penggunaan Lahan (HPL) juga masih menjadi kendala karena saat ini masih dalam proses BPN pusat. Disamping itu, lanjutnya, perlunya perbaikan dan peningatan kualitas jalan darat menuju KISM oleh Bina Marga.

Dia menjelaskan, adapun industri yang akan segera dibangun pada tahun 2012 kerjasama antara PTPN III dengan perusahaan asal Jerman PT Ferrostaal Indonesia adalah industri biodisel terintegrasi dengan b-Carotene, Surfactant,  fatty alcohol dan industri refinery dengan investasi total USD415 juta. Disamping itu, akan dibangun industri Pupuk NPK Bio-Mikronutrisi dengan Nano-Teknologi, kapasitas 200.000 ton/tahun oleh PT Cipta Buana Utama Mandiri dengan total investasi Rp400 miliar dan tenaga kerja sekitar 200 orang.

Sedang pemerintah Sumut yang diwakili H.Dzaili Aswar mengatakan akan membangun infrastruktur  dari dan ke Sei Mingke dengan cara meningkatkan kwalitas jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan Provinsi  bila perlu menjadi jalan nasional . sembilan calon investor itu adalah PT Ferrostaal Indonesia mewakili Ferrostaal AG, Jerman, PT Aozora Bioresource mewakili Gianazza Engineering, Italia.

PT Multi Agro Gemilang Plantation, PT Golden Westindo Artaja, PT Eco Palm Industrial, PT Danareksa, MEC (Minerals, Energy, Commodities), Uni Emirat Arab, PT Hasil Abadi Perdana, dan PT Medco Downstream.

Sembilan perusahaan itu akan menanamkan modalnya dalam pembangunan Kawasan Industri Sei Mangke untuk digunakan membangun pabrik, serta kegiatan lain guna menjadikan Sei Mangke sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Sementara itu, Ferrostaal Indonesia, bekerjasama dengan PTN III akan menggarap proyek pengembangan industri hilir kelapa sawit dengan total investasi US$415 juta di Sei Mangke selama 4 tahun.

Kedua perusahaan akan membangun industri biodiesel terintegrasi dengan carotene, surfactant, fatty alcohol, dan industri refinery. Pelaksanaan proyek bertahan. Pada 2012 akan dialokasikan US$154 juta, 2013 sebesar US$161 juta, 2014 senilai US$67 juta, dan US$33 pada 2015.

Sabtu, 14 Januari 2012

Heran Ya Dulu PTPN II Kerjanya Jual-jual Lahan Saja Sekarang Sibuk Dengan Program KSO.


Meneg BUMN, Mustafa Abubakar yang menandatangani KSO PTPN II dengan Kuala Lumpur Kepong Benhard yang mendirikan Anak Perusahaan PT Langkat Nusantara Kepong .
Medan.

Siapa sih yang tak kenal dengan Pak Petrik  pangil-pangilanya diantara para karyawan PTPN II Orang Malaysia yang menjadi Dirut Bayangan PTPN II sekarang ini dari PT Langkat Nusantara Kepong .Semenjak terjadinya Mo U  KSO (Kerja Sama Operasional ) tanggal 9 Juli 2009 yang ditanda tanggani  di kantor Kementerian BUMN  katanya selama 30 tahun

Dr. Kee Khan Kiang 
Direktur Utama Kuala Lumpur Kepong Berhard

Satu persatu kebun sawit yang bermutu darti PTPN II berpindah tangan jatuh ke PT Langkat Nusantara Kepong  (PT LNK )  Anak Perusahan dari Kuala Lumpur Kepong  Berhard Pengusaha Malaysia keturunan China yang bernama DR Kee Khan Kiang yang berkantor pusat di Wisma Taiko ,1,jalan SP.Seeninvasagam,30000 Ipoh ,Perak Darul Ridzuan,Malaysia
Seperti kebun Gohor Lama baik kebun sawitnya maupun pabrik PKSnya  jatuh ketangan PT Langkat Nusantara Kepong ,kebun Besilam,kebun Tanjung Keliling,kebun Padang Brahrang ,kebun Bekiung ,kebun Marike,kebun Bukit Lawang kesemuanya yang menghasilkan CPO yang bermutu tinggi 

Dalam MoU antara PT Perkebunan Nusantara II dengan Kuala Lumpur Kepong Benhard  mendirikan perusahan patungan (Join Venture) PT langkat Nusantara Kepong dengan saham  40 persen milik PTPN II Dan 60 persen milik Kuala Lumpur Kepong Benhard Ltd. Yang disaksikan Menteri Negara BUMN  Mustafa Abubakar dan ditanda tangani Ir Batara Muda Nasution Dirut PTPN II dan   Dr. Kee Khan Kiang Direktur Utama Kuala Lumpur Kepong Berhard.
RS Tembakau Deli Jalan Putrihijau Medan
yang ditutup manajemen PTPN II Tanpa Alasan Jelas
Kemudian menyusul sekarang ini  KSO  anatar PTPN II dengan PT Langkat Nusantara Kepong  dalam pengambil alihan RS Tembakau Deli  Jalan Putri Hijau Medan Kabar tentang rencana penutupan Rumah Sakit (RS) Tembakau Deli mulai 1 Januari 2012 meresahkan. Baik dari kalangan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) unit RS Tembakau Deli, masyarakat maupun pejabat terkait.

Menurut Ketua SPBUN Unit Tembakau Deli   Ema Prihatini , selama ini RS itu tidak ada masalah. Manajemen pengelolaannya bagus. Mereka menerima pasien Jamkesmas, umum, dan pasien yang berasal dari karyawan. "Tingkat kunjungan pasien rawat inap rata-rata 46% per bulan dari 175 tempat tidur. Kalau pasien rawat jalan 80%," jelasnya.
Meneg BUMN Ganti Direksi Pertamina
Menteri Negara BUMN sekarang ini

RS Tembakau Deli juga sebagai rumah sakit rujukan RS GL Tobing Tanjung Morawa, RS Bangkatan Binjai dan RS Tanjung Selat Langkat. Mereka memiliki langganan dari perusahaan di antaranya PTP 1, 3,4,5,6 dan 11. Perusahaan BSP, Padasa, PLN dan PT SAN. "Kita juga bekerjasama dengan beberapa universitas untuk pendidikan dokter," jelas Erma Prihatini.
 
 Dirut PTPN II Ir Batara Muda Nasution

Sedangkan  Ketua SPBUN Unit RS Tembakau Deli Erma Prihatini mengaku, seluruh karyawan khawatir dengan wacana pihak manajemen yang ingin menutup rumah sakit. Informasi itu, sudah mereka dengar dua bulan lalu. Sejak itu, mereka merasa khawatir.

"Kita sudah beberapa kali rapat mengenai informasi soal penutupan. Kita memang dikabari kalau rumah sakit ini akan tutup. Tapi, tidak dijelaskan bagaimana nasib kami," kata Erma Prihatini.
Lama-lama semua kebun PTPN II berikut pabriknya menjadi milik PT Langkat Nusantara Kepong .Jadi Sudah pantaslah Pak Petrik menjadi Dirut bayangan PTPN II.