Selasa, 06 Desember 2011

DPRD Sumut Rapat di Berastagi



DPRD Sumut lebih  mengikuti rapat kerja (raker) yang di Brastagi dan tidak  membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Propinsi Sumut 2012, pembahasan R-APBD itu sudah mendesak d karena sudah menjelang tutup tahun. Apalagi  pembahasan R-APBD 2012 sudah dua kali ditunda.

Mengingat pembahasan dan pengesahan R-APBD adalah keputusan yang paling strategis dari dewan, dan  tak seharusnya mengutamakan agenda yang lain. Soal Raker,  dapat  ditunda karena manfaatnya hanya sepersekian penting daripada APBD,disharmoni hubungan legislatif dan eksekutif dan kepentingan di antara anggota legislatif itu sendiri. Namun karena substansi keberadaan anggota dewan di legislatif untuk rakyat, maka menurutnya kepentingan yang menyangkut rakyatlah yang diutamakan.

Raker DPRD Sumut direncanakan berlangsung Senin-Rabu, 5-7 Desember 2011. Tujuannya untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan dan membahas program kerja 2012.
perhitungan anggaran tahun sebelumnya (Silpa) di kalangan dewan, seperti untuk penyertaan modal BUMD.
Demikian juga soal usulan proyek, bantuan sosial dan aspirasi dari konstituen dan  masih terus berlangsung. Sembari berlangsungnya Raker itu, finalisasi untuk kesiapan R-APBD itu dihantarkan ke paripurna, menurutnya masih terus berlangsung.

Rumah Sakit Adam Malik Tidak Menerapkan Jamkesda Secara Tepat Sasaran




Sahri sorang wartawan mingguan Monitor yang berunit di DPRD SU merasakan ada kejangalan dalam perawatanya di Rumah Sakit H.Adam Malik Medan .Dia binggung dengan ketidak propesionalnmya para dokter yang bertugas di sana .Pada hari jumat  pasien mau dioperasi untuk pencabutan pen di kakinya akibat patah beberapa tahun yang lalu . Tapi pada hari selasanya dokter mengatakan pasien harus diaputasi kakinya 


.Padahal pasien masuk rumah sakit hanya minta agar pen di kakinya yang akibat belagar beberapa tahun yang lalu dicabut. Pada hari rabunya Dokter mengatakan besok hari kamis pencabutan pen dikaki pasien dilaksanakan tapi dokter tidak mencamin hasilnya .Ini membuat pasien tambah binggung dan ragu apalagi pasien hanya orang miskin .Inilah terik rumah sakit Adam Malik menolak  pasien Jamkesda.  (Sahri)